KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
A. PENDAHULUAN
Pemahaman tingkah laku juga dapat dikaji dari kerangka psikologi kepribadian. Kata kepribadian sendiri berasal dari kata personality (Inggris) yang berasal dari kata persona (Latin) yang berarti topeng. Topeng merupakan tutup muka yang sering digunakan oleh pemain-pemain panggung.Kita tahu pemain pemain panggung tidak selamanya menampakan jati diri mereka apa adanya melainkan selalu menggunakan tutup muka untuk menutupi kelemahannya.(Muh.Farozin : 3) Setiap orang menginginkan agar kelemahannya tidak diketahui oleh orang lain. Karena apabila kelemahan tersebut diketahui oleh orang lain maka akan mudah dijatuhkan, maka dari itu setiap orang selalu berusaha untuk menutupi kelemahannya dengan berbagai cara. Disini kepribadian seseorang mempengaruhi karena kepribadian seseorang akan menentukan tingkah laku orang itu. tingkah laku seseorang dapat dipelajari melalui psikologi kepribadian. pengertian psikologi kepribadian adalah salah satu bidang dalam psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam bentuk karakteristik personal individu yang khas dan terintegrasi baik berupa pola pikirann ,emosi, dan perilaku bersifat berbeda antara satu individu dengan individu lain serta mempengaruhi interaksi individu dengan lingkungannya.(Muh.farozin: 4)
B. PEMBAHASAN
Personality, yang biasanya diterjemahkan dengan kepribadian, sebenarnya mengandung pengertian yang dalam dan luas. Bahkan, seluruh penyelidikan psikologi pada dasarnya bertitik sentral pada penyelidikan mengenai apakah kepribadian itu sesungguhnya. Segala upaya untuk mengerti manusia bagaiman tingkah laku dan sikap manusia dalam menysuaikan diri dengan lingkungannya.
Kepribadian itu tidak hanya menyangkut tingkah laku yang dapat diamati saja tetapi juga menyangkut apakah sebenarnya individu itu. Berikut ini adalah beberapa masalah yang terkait dengan masalah kepribadian yaitu :
a) Individualitas
b) Tempramen
c) Karakter
Pengertian Kepribadian
Ditinjau dari sudut historis etimologis, istilah personality dalam bahasa inggris berasal dari bahasa latin persona yang berarti mengeluarkan suara (to sound through). Pada mulanya istilah persona ini digunakan untuk menunujukan suara dari seorang pemain sandiwara melalui topeng (masker) yang dipakainya dimana suara pemain itu diproyeksikan.
Personality oleh ahli psikologi dipakai untuk menunjukan sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya tentang individu, dan untuk menggambarkan bagaiaman dan sebenarnya individu.
Kepribadian yang dimilki oleh seorang individu akan mempengaruhi penyesuaian individu terhadap lingkungannya. Apakah individu tersebut dapat diterima olrh orang lain, apakah individu dapat menjalani kehidupan dilingkungannya, kepribadian menjadi penentunya.
Beberapa Pendekatan dalam studi kepribadian
Cara-cara yang terbaik dalam mempelajari kepribadian adalah dengan melalui teori-teori atau konsep-konsep mengenai kepribadian, baik teori maupun konsep yang disusun sendiri maupun oleh orang lain. Untuk mengambil intisari dari berbagai teori maka digunakan pendekatan diantaranya, yaitu :
1. Pendekatan ipologis
Pola kerja yang digunakan dalam pendekatan tipologis adalah berdasarkan pada sejumlah kecil kategori yang dapat membedakan ciri-ciri khas individu yang satu dengan individu yang lain dengan menggunakan penggolongan individu menjadi beberapa tipe. Kategori yang digunakan misalnya keadaan jasmani, temperamen, dan sisitem nilai-nilai
2. pendekatan pensifatan
pola kerja dalam penyusunan teori-teori yang menggunakan pendekatan pensifatan ini adalah berdasarkan anggapan bahwa variable yang dapat dipakai untuk menunjukan ciri-ciri khas seseorang itu sangat banyak, sehingga orang berusaha membuat deskripsi selengkap mungkin mengenai seseorang, namun dalam praktinya variable-variable itu tetap terbatas jumlahnya.
3. pendekatan faktorial
pola kerja dalam penyusunan teori-teori yang menggunakan pendekatan faktorial adalah pertama-tama dibuat hipotesis bahwa ada sejumlah faktor yang mendasari tingkah laku individu yang banyak macamnya. Lalu dibuat spesifikasi mengenai beberapa tingkah laku yang dianggap sebagai sample berbgai tingkah laku yang merupakan pencerminan atau manifestasi faktor-faktor dasar kepsribadian itu, dan dilakukan pengukuran terhadap bebrapa tingkah laku tersebut. Selanjutnya, dengan suatu metode statistik yang disebut analisi faktor, ditentukan apakah memang benar faktor-faktor yang dihipotesiskan itu ada. Apabila ada, maka kemudian ditentukan bagaiaman komposisi faktor-faktor itu pada individu.
Struktur Kepribadian
Berikut ini dijelaskan secar singkat pandangan dan pendekatan bebrapa ahli tentang struktur kepribadian, yaitu :
a) Struktur kepribadian menurut Sigmund Freud
Menurut Koeswara (1986) Freud melaului psikoanalisisnya, memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur atau sistem, yaitu : Id, Ego, dan Superego (H. Baharudin : 214)
b) Struktur kepribadian menurut Kurt Lewis
Adapun pokok-pokok pikiran lewin dalam Teori Struktur Gestalt Kepribadian dengan Typological Giagram nya (F. Patty, 1982 : 190) antara lain, sebagai berikut :
o Kepribadian manusia itu berkembang baik dalam tingkat kematangan psikologis maupun strukturnya. Pada anak-anak struktr jiwa terdiri dari bagian-bagian (Region) itu belum terdiferensiasi. Sedangkan semakin dewasa seseorang makin kompleks dan matanglah fungsi-fungsi bagian itu.
o Pada orang dewasa, bagian-bagian mulai mengalami difernsiasi tertentu. Tiap bagian dibatasi oleh barriers, yaitu batas-batas bagian yang satu dengan yang lain. Tiap-tiap bagian tertentu mempunyai fungsi tertentu pula.
o Teori kepribadian lewin dianamakan Dynamic Theory of Personality karena aspek dinamis dari perkembangan dalam pribadi yang disebabkan oleh factor waktu dan lingkungan. Dinamika kepribadian itu dapat mempunyai arah progresif dan mungkin pula regresif.
o Teori Lewin disebut juga field teori, karena teori ini berusaha menjelaskan kepribadian atau gejala-gejala psikologis dalam kaitannya dengan keseluruhan situasi dimana pribadi dalam waktu itu berada.
c) Struktur kepribadian menurut Gordon W. Allport
Dalam buku karangan Sukanto (1985) disebutkan bahwa bagi Alplport, struktur dan dinamika kepribadian itu pada umumnya satu dan sama (H. Baharuddin : 219) yang tekanan utamanaya diletakkan pada tiga hal, yaitu traits (sifat),attitude (sikap), intentions (intensi)
d) Struktur kepribadian menurut H. J. Eysenck
Sukanto (1985) menyebutkan menurut Eysenck, struktur kepribadian itu tebentuk dari tindakan-tindakan dan disposisi-disposisi yang terorganisasi dalam susunan hierarkis berdasarkan atas kemauan dan kepentingannya. Susunan hierakis dari yang palin bawah hingga paling tinggi, yaitu :
Ø Specific respons, yaitu suatu tindakan atau respon yang terjadi pada keadaan atau kejadian tertentu, jadi khusus sekali.
Ø Habitual respons, yang mempunyai corak yang lebih umum daripada specific persons, yakni respon-respon yang berulang-ulang terjadi kalau individu menhadapi kondisi atau situasi yang sejenis.
Ø Traits, yaitu sementara habitual respons saling berhubungan satu sama lain yang cenderung ada pada individu tertentu
Ø Type, yaitu organisasi didalam individu yang lebih umum lebih mencakup lagi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian
Menurut Ngalim Purwanto, secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian dapat dirinci menjadi tiga golongan besar(H. Baharudin : 223-224), yaitu :
a) Faktor biologis
Faktor ini berhubungan dengan jasmani, dan sering disebut pula faktor fisiologis. Setiap individu sejak dilahirkan telah menunujukan adanya perbedaan dalam konstitusi tubuhnya, baik dari keturunan atau pembawaan individu itu sendiri. Kondisi jasmani yang berbeda-beda itu menyebabkan sikap dan sifat-sifat serta tempramen yang berbeda juga.
b) Faktor sosial
Faktor sosial yang dimaksud disini adalahmasyarakat disekitar individu yang mempengaruhi individu tersebut. Yang termasuk dalam faktor sosial ini adalah tradisi-tradisi, adat istiadat, dan peraturan-peraturan yang berlaku dimasyarakat.
c) Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan yang dimaksud disini adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat. Diantaranya yaitu bahasa, nilai-nilai dan adat-istiadat.
C. KESIMPULAN
- jadilah diri sendiri
- berusaha untuk dapat membuka diri pada orang lain
- mampu membaca sikon
- sup
- simpati
- empati
DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin. 2007. Psikolodi Pendidikan. Yogyakarta. : Arruzz Media.
Muh. Farozin dkk.2003. Pemahaman Tingkah Laku. Jakarta : Rineka Cipta
Komentar
Posting Komentar